Agoes Noegraha

Berpacu menjadi yang terbaik

Kepuasan Pasien

diposting oleh agoes-n-ff04 pada 02 October 2011
di Farmasi Komunitas - 0 komentar

Kepuasan pasien didefinisikan sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pasien. Berdasarkan definisi tersebut, berarti mutu pelayanan yang baik akan memberikan kepuasan kepada pasien. Terdapat lima dimensi penilaian  mutu jasa menurut Parasuraman et al (1991), yaitu: (1) Kehandalan (Reliability), yakni kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan secara terpercaya dan akurat; (2) Ketanggapan (Responsiveness), yakni kemauan (daya tanggap) untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa secara cepat; (3) Jaminan (Assurance), yaitu pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka  untuk menimbulkan perlindungan dan kepercayaan; (4) Empati (Empathy), yaitu kemauan untuk peduli dan memberi perhatian secara individu kepada pelanggan; dan (5) Bukti langsung (Tangibles),  yaitu penampilan fasilitas fisik, peralatan, pegawai, dan materi.

Kepuasan pasien merupakan suatu ukuran mutu pelayanan. Kepuasan pasien yang rendah akan berdampak terhadap jumlah kunjungan yang akan mempengaruhi citra atau kredibilitas apotek, sedangkan sikap karyawan terhadap pasien juga akan berdampak terhadap kepuasan pasien dimana kebutuhan pasien dari waktu ke waktu akan meningkat, begitu pula tuntutannya akan mutu pelayanan yang diberikan (Heriandi, 2007). Pasien yang senang dan puas cenderung akan berperilaku positif. Bila pasien puas bukan hanya pasien yang diuntungkan, tetapi juga apotek yang bersangkutan. Untuk itu data tentang kepuasan pasien sangat diperlukan apoteker untuk mengevaluasi pelayanan kefarmasian dan bahan pertimbangan kebijakan pengembangan apotek.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :