Agoes Noegraha

Berpacu menjadi yang terbaik

Seputar Flu Burung

diposting oleh agoes-n-ff04 pada 12 September 2011
di Kesehatan - 0 komentar

Flu burung atau flu unggas (Avian Influenza) merupakan  penyakit menular yang disebabkan oleh virus H5N1. Flu burung adalah penyakit pada hewan (zoonosis) dan tidak menular ke manusia. Dalam perkembangannya virus ini dapat melakukan mutasi genetik sehingga juga dapat menginfeksi manusia. Mutasi ini dalam perkembangannya dapat menyebabkan pandemik.

Di Indonesia, flu burung telah menyerang peternakan unggas pada pertengahan Agustus 2003. Sampai awal 2007 menurut Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan Departemen Pertanian tercatat 30 provinsi mencakup 233 kabupaten/kota yang dinyatakan tertular flu burung pada unggas.

Pada manusia pertama kali terjadi pada bulan Juni 2005 dimana virus flu burung/H5N1 telah menyerang tiga orang dalam satu keluarga dan mengakibatkan kematian ketiganya. Sejak saat itu jumlah penderita flu burung terus bertambah, sampai Maret 2007 jumlah penderita flu burung yang terkonfirmasi sebanyak 89 orang dan 68 orang diantaranya meninggal (berarti Case Fatality Rate nya sekitar 76,4%).

Hal ini bisa disebabkan sifat karakteristik virus yang sangat ganas, keterlambatan dalam deteksi dini (belum adanya kit diagnosa cepat yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas tinggi), keterlambatan rujukan ke rumah sakit dan obat yang tersedia adalah oseltamivir yang harus diberikan dalam 48 jam pertama sejak timbul gejala.

 

 

Gejala pada manusia :

Gambaran klinis pada manusia yang terinfeksi flu burung menunjukkan gejala seperti terkena flu biasa. Diawali dengan demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala dan pilek. Dalam perkembangannya kondisi tubuh sangat cepat menurun drastis. Bila tidak segera ditolong, korban bisa meninggal karena berbagai komplikasi misalnya terjadinya gagal napas karena pneumonia dan gangguan fungsi tubuh lainnya karena sepsis.

 

Pencegahan:

Pengendalian atau penanggulangan flu burung yang terbaik adalah mencegah agar tidak terjadi penularan baik itu ke hewan maupun manusia. Berikut adalah hal – hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan flu burung: 

 

  1. Hindarilah terpapar/terkena cairan yang ada pada paruh, hidung dan mata unggas yang sakit.
  2. Anak-anak mudah tertular flu burung. Jauhkan dan jangan dibiarkan bermain dengan unggas, telur, bulu unggas, dan lingkungan yang tercemar kotoran unggas.
  3. Buang dan timbunlah dengan tanah, kotoran unggas yang ada disekitar rumah.
  4. Jangan memegang unggas yang mati mendadak tanpa sarung tangan, penutup hidung/mulut,sepatu/penutup kaki. Sebaiknya segera kubur unggas itu.
  5. Cuci daging dan telur unggas sebelum dimasak atau disimpan di kulkas.
  6. Masaklah daging dan telur unggas sampai matang sebelum dimakan. Virus flu burung bisa menular melalui telur atau daging unggas yang tidak dimasak sampai matang.
  7. Jangan mengkonsumsi daging unggas yang terkena flu burung.
  8. Bangkai unggas jangan dijual/dimakan. Segera kubur agar penyakitnya tidak menular ke unggas lain, anda sendiri, keluarga dan tetangga serta masyarakat luas.
  9. Jauhkan kandang unggas dari rumah tinggal. Kandangkan unggas dalam kurungan agar tidak tertular penyakit dari unggas lain.
  10. Pakai penutup hidung/masker dan kacamata renang (goggle) jika berada dipeternakan ayam atau unggas berkumpul.
  11. Cuci tangan dengan sabun setelah memegang unggas atau telur. Mandi dan cuci pakaian setelah mengubur unggas mati.
  12. Bila ada yang merasa terkena flu, badan panas, pusing, sesak napas setelah ada unggas mati mendadak, segera pergi ke Puskesmas atau dokter. Jangan sampai terlambat

 

Pengobatan:

- Oseltamivir Fosfat (Tablet 75mg)

Dewasa dan Anak lebih dari 13 tahun : dosis oral yang direkomendasikan adalah 75 mg dua kali sehari selama 5 hari. Pengobatan dimulai setelah timbul gejala influenza dalam dua hari.

 

- Vaksin Flu Burung

Telah dilakukan penelitian tentang Virus Flu Burung Indonesia oleh peneliti dari Universitas Airlangga. Hasilnya telah dihasilkan bibit Vaksin Flu Burung yang siap diproduksi oleh PT. Biofarma.

 

 

Disarikan dari:

Buku saku Pharmaceutical Care Untuk Pasien Flu Burung, Ditjen Binfar Depkes RI Tahun 2007

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :